kabar terkini

Carlo Ancelotti Bicara Transformasi demi Mengakhiri Dahaga Gelar Brasil


KOMPAS.com – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, secara terbuka memaparkan visi strateginya dalam mempersiapkan skuad menjelang turnamen akbar Piala Dunia 2026.

Menakhodai Brasil, Carlo Ancelotti mengusung misi besar untuk mengembalikan kejayaan sang raja sepak bola dunia yang telah lama merindukan trofi tertinggi.

Memasuki musim ke-30 dalam perjalanan karier manajerialnya, Carlo Ancelotti menegaskan komitmen panjangnya bersama tim nasional Brasil.

Di tengah spekulasi mengenai masa depannya, Ancelotti menyatakan bahwa hasratnya terhadap dunia si kulit bundar sama sekali belum memudar.

“Saya tidak bisa hidup tanpa sepak bola. Jika saya tidak lagi berada di lapangan, saya akan berada di sana sebagai penggemar yang menonton pertandingan.” katanya dikutip dari Football Italia.

Baca juga: Bakal Jadi Pelatih Tertua Brasil, Carlo Ancelotti Tekankan Pentingnya Hubungan Personal

“Bagi saya, menonton pertandingan di TV bukanlah pekerjaan. Itu adalah kesenangan. Saya sangat menyukai film. Bagi saya, sepak bola seperti kesenangan menonton film. Rasanya sama.”

“Suatu hari nanti, ketika saya berhenti bekerja di bidang sepak bola, saya akan tetap menontonnya dengan cara yang sama, tanpa masalah apa pun,” lanjutnya.

Pendekatan Modern

Sebagai juru taktik kawakan, Carlo Ancelotti menolak pandangan miring publik yang menilai dirinya hanya mengandalkan aspek kedekatan emosional untuk meraih kesuksesan.

Ia mengakui pentingnya relasi antarpribadi, namun hal itu berjalan beriringan dengan pemahaman taktik yang mendalam di era sepak bola modern yang kian analitis dan mengandalkan fisik.

“Saya benar-benar tidak tahu. Mungkin itu sikap saya, cara saya bersikap terhadap para pemain, rasa hormat yang saya utarakan kepada mereka sebagai manusia.”

“Saya sangat menghargai membangun hubungan pribadi tersebut,” tegas pelatih kelahiran Reggiolo tersebut.

Baca juga: Ancelotti Bicara Peluang Neymar Masuk Skuad Brasil di Piala Dunia 2026

Menurutnya, mengarsiteki sebuah tim nasional di era sekarang menuntut fleksibilitas tinggi demi menyelaraskan berbagai elemen di dalam maupun luar lapangan.

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, tetap memberikan pujian kepada para pemainnya meskipun tim Samba mengalami kekalahan 0-1 dari Bolivia dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol pada Rabu (10/9/2025) pagi WIB.AFP/AIZAR RALDES Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, tetap memberikan pujian kepada para pemainnya meskipun tim Samba mengalami kekalahan 0-1 dari Bolivia dalam laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol pada Rabu (10/9/2025) pagi WIB.

“Pekerjaan seorang manajer sangat sulit karena Anda harus mengelola begitu banyak hal,” ungkap Carlo Ancelotti melanjutkan.

“Ada hubungan dengan para pemain, dengan klub, dengan pers, dengan para penggemar. Ada begitu banyak aspek dari pekerjaan ini yang harus Anda kelola.”

“Yang paling menantang dari semua itu adalah hubungan dengan orang-orang – dan itu juga yang paling penting.”





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *