kabar terkini

IHSG Anjlok 4,35 Persen, Asing Jual Masif Saham Big Caps


JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada sesi satu perdagangan, Senin (18/5/2026). Per pukul 11.22 WIB, indeks anjlok 292,363 poin atau 4,35 persen ke level 6.430,956

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 6.628,976 dan sempat menyentuh area tertinggi harian di 6.631,282.

Namun setelah pembukaan, tekanan jual terus mendominasi hingga indeks menyentuh angka terendah di 6.398,786.

Baca juga: IHSG Anjlok 4,64 Persen Jelang Penutupan Sesi 1, Ini Penyebabnya

Ilustrasi IHSGANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Ilustrasi IHSG

Pelemahan indeks terjadi di tengah dominasi saham yang bergerak di zona merah.

Sebanyak 705 saham melemah, 64 saham menguat dan 48 saham bergerak stagnan.

Aktivitas perdagangan berlangsung ramai dengan volume transaksi mencapai 19,616 miliar saham.

Nilai transaksi atau turnover sebesar Rp 10,778 triliun, dengan frekuensi perdagangan 1.579.698 kali transaksi.

Baca juga: IHSG Anjlok 4,30 Persen dalam 1,5 Jam, Pasar Waspadai Trading Halt

Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, menilai tekanan berat yang melanda pasar saham domestik pada sesi satu perdagangan Senin ini, terutama dipicu aksi jual masif investor asing pada saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps.

Tekanan jual paling besar terjadi pada saham-saham seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang kini menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Kondisi tersebut dipicu sentimen negatif setelah saham-saham big caps itu didepak dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ilustrasi IHSG. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi IHSG.

“Tekanan berat yang melanda pasar saham saat ini utamanya dipicu oleh aksi jual masif investor asing pada saham-saham big caps seperti DSSA, TPIA, dan AMMN hingga menyentuh batas ARB, seiring sentimen negatif akibat dikeluarkannya saham-saham tersebut dari indeks MSCI,” ujar Azharys saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Baca juga: IHSG Anjlok dan Rupiah Terjun: Ini Penyebab Tekanan Pasar Keuangan RI

Untuk diketahui, saham AMMN anjlok 14,86 persen atau turun 550 poin ke posisi Rp 3.150.

Saham AMMN langsung menyentuh batas ARB setelah dibuka di level Rp 3.580 dan sempat bergerak di area tertinggi Rp 3.590.

Tekanan jual juga terlihat dari nilai transaksi yang mencapai Rp 293,73 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 912.490 lot. Posisi ARB saham AMMN berada di angka Rp 3.150.

Sementara itu, saham DSSA juga tak luput dari aksi jual.

Baca juga: IHSG Anjlok 3,8 Persen, Efek MSCI dan FTSE Russell Tekan Pasar





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *