kabar terkini

Laba Bersih Pakuwon Melesat 21 Persen, Ditopang Kuatnya Cuan Mal



JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali menunjukkan ketangguhan performa finansialnya.

Emiten properti yang berbasis di Surabaya ini berhasil membukukan lonjakan Laba Bersih yang Disesuaikan 21 persen menjadi Rp 2,28 triliun pada periode sembilan bulan yang berakhir September 2025 (9M-2025), dibandingkan Rp 1,88 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan signifikan yang tidak termasuk faktor selisih kurs, ini mencerminkan kekuatan dan ketahanan strategi pengembangan properti terpadu dan portofolio recurring income yang tangguh milik Perseroan.

Segmen Ritel Jadi Bintang

Kinerja solid PWON didorong oleh peningkatan pada hampir seluruh lini pendapatan, terutama dari pos Pendapatan Berulang (Recurring Revenue) yang menjadi benteng pertahanan Perseroan.

Baca juga: Pakuwon Ogah Akuisisi Apartemen Mangkrak, Bukan Saatnya Beli Proyek Sakit

Pendapatan Berulang naik 8 persen menjadi Rp 4,1 triliun, dari sebelumnya Rp 3,81 triliun.

Pendapatan Bersih secara keseluruhan naik 7 persen menjadi Rp 5,12 triliun dari sebelumnya Rp 4,79 triliun.

Kemudian Laba Bruto naik 4 persen menjadi Rp 2,84 triliun. Sementara EBITDA tumbuh 5 persen menjadi Rp 2,74 triliun.

Corporate Secretary dan Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, menjelaskan bahwa pertumbuhan recurring revenue didominasi oleh segmen Pusat Perbelanjaan Ritel dengan angka Rp 2,9 triliun atau naik 15 persen.

“Capaian ini 57 persen dari total pendapatan,” ujar Minarto dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (28/10/2025).

Baca juga: Kebanjiran Tawaran Proyek Mangkrak, Bos Pakuwon: Kami Tolak

Disusul Hotel dan Serviced Apartment yang menyimbang Rp 966 miliar atau stabil dengan porsi 19 persen dari total pendapatan.

Sewa Perkantoran menyusul di tempat berikutnya dengan perolehan Rp 211 miliar atau anjlok 23 persen, ini setara dengan 4 persen dari total pendapatan.

Daya tahan bisnis mal

Segmen Ritel yang melonjak 15 persen menjadi Rp 2,92 triliun, membuktikan daya tahan bisnis mal di bawah naungan PWON.

Kontribusi sewa ritel bahkan mencapai 57 persen dari total pendapatan Perseroan, menjadikannya tumpuan utama kinerja.

Baca juga: Pakuwon Incar Rp 100 Miliar dari Pameran Properti, Andalkan PPN DTP

Meskipun recurring income mendominasi, Pendapatan Pengembangan (Development Revenue) PWON juga tercatat naik 4 persen menjadi Rp 1,02 triliun.

Kenaikan ini didorong oleh proses serah terima (handover) dua tower kondominium di Bekasi.





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *