
JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar ritel Jakarta menunjukkan pergerakan menarik pada Kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan terbaru JLL, permintaan ruang sewa pusat perbelanjaan di ibu kota mencatat angka positif sebesar 10.000 meter persegi.
Sektor makanan dan minuman (F&B) serta gaya hidup (lifestyle) menjadi motor utama yang menggerakkan penyerapan ruang ritel tersebut.
Baca juga: Milenial Emoh Beli Kondominium, Logistik dan Ritel Mewah Jadi Primadona
Fenomena menarik terlihat dari dominasi produk teh asal China yang secara agresif melakukan ekspansi di berbagai sudut kota.
Tidak kalah dominan, pasar kosmetik dan gaya hidup premium juga mendapat suntikan tenaga baru melalui kehadiran sejumlah jenama parfum mewah internasional.
Jenama-jenama tersebut memilih pusat perbelanjaan kelas atas (premium) di Jakarta untuk membuka toko pertama mereka di Indonesia.
Kehadiran portofolio ritel baru yang variatif ini secara langsung mendongkrak tingkat keterisian ruang mal di Jakarta. Saat ini, rata-rata okupansi pusat perbelanjaan di ibu kota telah menyentuh angka 86 persen.
Baca juga: WFH Satu Hari Per Minggu Ancam Omzet Ritel di Kawasan Perkantoran Turun
Melihat fenomena ini, Head of Research JLL, James Taylor, memberikan analisisnya mengenai dinamika yang terjadi di lapangan.
“Aktivitas kuartal ini didukung oleh sektor makanan dan minuman khususnya produk teh asal Tiongkok yang mendominasi pergerakan ekspansi di Jakarta,” kata James, Selasa (12/5/2026).
Kontribusi besar terhadap permintaan juga berasal dari beberapa produk parfum mewah luar negeri yang membuka toko pertamanya di pusat perbelanjaan premium Jakarta.
“Hal ini berdampak positif pada tingkat okupansi pusat perbelanjaan Jakarta yang saat ini berada di angka 86 persen,” tambah James.
Baca juga: Meneropong Gurita Bisnis Ritel, Siapa Raja Pusat Belanja Sesungguhnya?
Dinamika properti ritel Jakarta tidak hanya berhenti pada penyerapan ruang eksisting. Dari sisi pasokan, terdapat pergeseran konsep ruang belanja yang semakin adaptif terhadap preferensi konsumen modern.
Pada kuartal pertama 2026, sebuah pusat perbelanjaan baru, Ponfok Indah Mall (PIM) 5 seluas 9.000 meter persegi resmi beroperasi di kawasan Jakarta Selatan. Menariknya, mal ini mengusung konsep semi-outdoor.
Kehadiran mal berkonsep ruang terbuka sebagian ini menegaskan bahwa pengembang dan pemilik ruang ritel kini lebih jeli membaca psikologi pasar.
Konsumen tidak lagi sekadar mencari tempat berbelanja di dalam gedung tertutup, tetapi menginginkan ruang publik yang menawarkan pengalaman visual dan sirkulasi udara yang lebih segar.
Secara keseluruhan, pasar ritel Jakarta pada awal 2026 membuktikan resiliensinya melalui kombinasi strategi yang tepat: ekspansi masif dari jenama F&B Asia yang populer, daya tarik eksklusif dari produk lansiran mode global, serta inovasi arsitektur mal yang lebih ramah lingkungan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang