JAKARTA, KOMPAS.com – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diiringi berbagai tradisi yang sarat makna, mulai dari makanan hingga ritual tertentu, dengan harapan yang sama: membawa keberuntungan, kemakmuran, dan energi positif.
Pada 2026, dunia memasuki Tahun Kuda Api, yang dimulai pada Selasa (17/2/2026), menandai fase baru dalam siklus astrologi China yang diyakini memengaruhi dinamika kehidupan, termasuk sektor ekonomi dan industri.
Banyak orang memandang kalender shio China sebagai panduan untuk memahami tren, peluang, dan tantangan yang mungkin muncul sepanjang tahun.
Baca juga: Ramalan Ekonomi di Tahun Kuda Api, Cocok untuk Investasi?
Shio Kuda Api 2026. Menurut konsultan feng shui berbasis di Hong Kong, Thierry Chow, karakteristik Tahun Kuda Api memiliki implikasi penting, termasuk potensi dominasi sektor-sektor tertentu.
Tahun Kuda Api dan siklus elemen
Kalender zodiak China terdiri dari siklus 12 tahun yang diwakili oleh 12 hewan, yaitu Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi. Shio seseorang ditentukan berdasarkan tahun kelahirannya.
Namun, dalam sistem astrologi China, klasifikasi tahun tidak hanya berdasarkan hewan. Ada pula siklus yang lebih kompleks yang disebut siklus seksagenari, yang menggabungkan 10 batang langit (heavenly stems) dan 12 cabang bumi (earthly branches).
Pada 2026, batang langit yang berlaku adalah “Bing”, yang merepresentasikan matahari besar, dan cabang bumi adalah “Wu”, yang merepresentasikan Kuda. Kombinasi ini membentuk Tahun Kuda Api.
Baca juga: Simak Sektor Bisnis yang Diproyeksi Cuan di Tahun Kuda Api
“Bing melambangkan matahari besar, dan Kuda, sebagai hewan shio, juga merupakan tanda api. Jadi ini mungkin salah satu tahun paling berapi-api yang akan Anda alami,” kata Chow.
Makna tahun kuda api Imlek 2026 | Ragam pernak pernik menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (24/1/2026). Kuda api menjadi shio yang menaungi Imlek tahun ini. Shio Apa yang Beruntung dan Kurang Beruntung Sepanjang 2026?Ia menjelaskan, karakter api yang kuat dalam tahun ini diyakini berdampak luas, termasuk pada arah perkembangan sektor ekonomi tertentu.
Teknologi, energi, hingga industri kreatif diprediksi menonjol
Menurut Chow, elemen api secara tradisional dikaitkan dengan berbagai sektor yang melibatkan energi, inovasi, dan kreativitas.
“Industri yang terkait dengan kategori api akan mendominasi, mulai dari teknologi hingga segala sesuatu yang menghasilkan energi dan api. Seni, mode, dan memasak juga sangat bergantung pada api. Anda dapat mengharapkan sektor-sektor ini mendapatkan lebih banyak perhatian,” ujarnya.
Baca juga: Rayakan Imlek Tanpa Boncos, Ini Strategi Jitu biar Tetap Hoki dan Dompet Happy
Sektor teknologi dan energi, misalnya, berkaitan erat dengan elemen api karena mencerminkan inovasi, transformasi, dan produksi energi.
Demikian pula industri kreatif seperti seni, fesyen, dan kuliner, yang juga dianggap mengandung karakteristik api dalam filosofi feng shui.
Pengaruh elemen api tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kondisi lingkungan dan perilaku manusia.
Chow mengatakan, pengaruh api dapat memengaruhi cuaca dan dinamika sosial.
Baca juga: Bukan Cuma Hoki, Ini 5 Cara Orang Kaya Melipatgandakan Kekayaannya
“Pengaruh api akan berdampak pada cuaca dan temperamen manusia, jadi dunia harus waspada terhadap lebih banyak bencana terkait panas tahun ini, serta meningkatnya ketegangan dalam hubungan yang sudah memanas,” katanya.
Namun, ia menambahkan, pengaruh api tidak selalu negatif, karena dapat memberikan manfaat bagi individu dengan komposisi elemen tertentu dalam bagan kelahirannya.
“Namun bagi orang-orang yang membutuhkan elemen api, tahun ini bisa menjadi tahun yang sangat baik. Secara umum, orang yang lahir di musim gugur dan musim dingin mendapat manfaat dari memiliki lebih banyak elemen api dalam diri mereka,” lanjutnya.
Ilustrasi feng shui, kompas feng shui.Filosofi keseimbangan elemen dalam feng shui
Dalam feng shui, setiap individu diyakini memiliki komposisi elemen yang terdiri dari logam, kayu, air, api, dan tanah. Praktik feng shui bertujuan menciptakan keseimbangan antara elemen-elemen tersebut.
Baca juga: Bukan Karena Hoki, Ini 7 Kebiasaan Orang yang Sukses di Pasar Saham