:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568719/original/043656400_1777369656-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_16.43.34.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta – Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan mendalami dugaan kaitan antara berhentinya mesin taksi Green SM dengan kondisi perlintasan rel kereta api yang disebut memiliki muatan listrik. Pendalaman ini dilakukan terkait kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa aspek teknis pada perlintasan sebidang menjadi salah satu fokus penyelidikan.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat tentang ruang perlintasan sebidang rel kereta api yang itu, bermuatan listrik. Ini akan sangat berbahaya apabila digunakan melewati rel kereta yang memang ada medan magnet dan medan listrik. Nah, ini akan dikaji dari Puslabfor,” tutu Budi kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Pendalaman tersebut dilakukan karena taksi listrik Green SM tiba-tiba berpindah ke posisi gear parkir (P) saat berada di atas rel.
“Itu tujuannya Puslabfor, apakah ada pengaruh dari medan listrik dan medan magnet tadi, mengakibatkan kematian mesin. Karena ini langsung berubah posisi menjadi posisi gear parkir. Nah ini masih kami dalami,” jelas dia, seperti dilansir dari Antara.
Budi juga menyampaikan bahwa sopir taksi listrik berinisial RRP telah menjalani tes urine dan hasilnya negatif dari konsumsi alkohol. Hingga kini, statusnya masih sebagai saksi dalam kasus kecelakaan tersebut.
“Ya, itu sudah dilakukan (tes urine), tidak (konsumsi alkohol),” kata Budi.