:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489490/original/044862500_1769873842-1000154253.jpg)
Jembatan apung di Situ Rawa Kalong kini ditutup. Bukan tanpa alasan. Jembatan itu ditutup demi menjaga keselamatan warga.
“Jembatan apung ditutup mulai 1 tahun lalu, sebab tali jangkar putus, tali pengaman putus, posisi jembatan berubah,” kata Irdan.
Selain kerusakan teknis, faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama. Beberapa kali terjadi insiden anak-anak terjatuh dari jembatan, sehingga aparat setempat sepakat untuk menghentikan sementara aktivitas di lokasi itu.
Risiko yang ditimbulkan pun tidak bisa dianggap sepele. Dengan kedalaman rata-rata Situ mencapai 1,7 meter, potensi bahaya cukup tinggi. Karena itu, penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kejadian yang membahayakan dan tidak diinginkan.
“Untuk penutupan sementara memang benar karena tidak ingin terjadi hal yang beresiko dan tidak di inginkan mengingat kedalaman rata rata situ ini di angka 1,7 meter,” jelasnya.
Di balik luasnya Situ Rawa Kalong, hanya ada satu orang petugas operasional yang bertanggung jawab atas hampir seluruh perawatan harian.
“Saya lakukan sendirian karena memang petugas operasional dan pemeliharaan situ hanya berjumlah 1 orang,” ungkap Irdan.
Rutinitasnya padat dan berisiko, menyapu jogging track, membersihkan saluran air, memotong pohon, mengangkat sampah dari air, mengontrol pintu air, hingga mencatat curah hujan, semua itu dilakukan sendiri.
“Sedih pokonya,” ucapnya singkat, merangkum kelelahan yang menahun.
Irdan mengaku bersyukur, beberapa bulan terakhir dibantu warga yang peduli. “Syukur alhamdulillah saya di bantu sama masyarakat yg kebetulan peduli dan mereka melakukan kerja bakti di hari sabtu,” katanya, dengan nada sedikit lega.