:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686975/original/093167400_1778561062-Gudang_Penadah.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Polda Metro Jaya membongkar sebuah gudang sepeda motor tanpa dokumen resmi alias bodong di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel) yang diduga menjadi titik penampungan kendaraan hasil kejahatan sebelum dikirim ke luar negeri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Senin (11/5), menyebut dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 1.494 unit sepeda motor dari berbagai jenis dan merek.
Kinerja Polda Metro Jaya ini pun lantas turut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Selain itu, Sahroni juga meminta pihak kepolisian mengusut pola pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terogranisir ini.
“Saya minta Polda Metro Jaya tidak berhenti penyitaan ribuan motor bodong ini. Karena ini jelas menunjukkan kejahatan curanmor sudah berjalan secara terorganisir, tidak lagi individual. Artinya ada struktur, ada penadah besar, ada jalur distribusi, bahkan sampai ada mekanisme pengiriman ke luar negeri. Dan kalau skemanya sebesar ini, patut diduga ada oknum yang terlibat. Makanya harus diusut tuntas. Kan kasihan masyarakat yang jadi korban,” ujar Sahroni, Kamis (14/5).
Lebih lanjut, Sahroni meminta pihak kepolisian turut melacak dan menjatuhi pidana kepada seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan curanmor ini.
“Telusuri siapa yang mengatur, siapa yang membiayai, lewat perusahaan apa kendaraan ini rencananya dikirim, dan apakah ada yang membekingi. Kalau tidak diusut sampai ke akar, kasus seperti ini akan terus muncul lagi. Tapi saya yakin 100 persen Polda Metro Jaya punya kemampuan untuk membongkar jaringan besarnya,” tegas Sahroni.