SOLO, KOMPAS.com – Makan sambil mengemudi saat waktu berbuka puasa berisiko tinggi karena kondisi tubuh sedang lemah, lapar, dan haus setelah seharian berpuasa.
Saat adzan magrib, banyak pengemudi merasa ingin segera membatalkan puasa. Namun jika dilakukan sambil menyetir, konsentrasi akan terbagi antara mengemudi dan makan atau minum.
Padahal pada momen ini lalu lintas biasanya lebih padat dan rawan kecelakaan. Ini solusinya menurut pakar keselamatan berkendara.
Baca juga: Bolehkah Makan di Dalam Mobil Saat AC Menyala? Ini Faktanya
Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC) mengatakan makan dan minum sambil mengemudi merupakan hal yang membahayakan, dikarenakan dapat menyebabkan distraksi.
“Saat kita akan menyuap makanan, secara refleks pasti mata kita akan melihat ke makanan yang mau disuap, belum lagi bila ada makanan yang terjatuh, pasti akan menyebabkan distraksi,” ucap Marcell kepada KOMPAS.com, Jumat (20/2/2026).
Cara paling aman adalah menepi atau berhenti di tempat yang aman sebelum berbuka. Parkir di rest area, SPBU, masjid, atau bahu jalan yang diperbolehkan. Ini jauh lebih baik daripada tetap berjalan sambil makan.
Baca juga: Buka Puasa di Rest Area? Pilih Menu yang Aman untuk Pengemudi
Kemacetan di Jaman Gerbang Pemuda, di depan Pintu 10 Kompleks GBK, Senayan, Jakarta Pusat usai laga Persija Jakarta melawan Arema FC pada Minggu (8/2/2026) malam.Jika tidak memungkinkan berhenti tepat waktu, pengemudi bisa menunggu kondisi lalu lintas benar-benar aman atau lampu merah panjang. Namun tetap utamakan keselamatan dan jangan memaksakan diri.
Sebaiknya siapkan makanan berbuka yang praktis seperti air minum dan kurma agar mudah dikonsumsi setelah kendaraan berhenti. Hindari makanan berat yang bisa mengganggu kenyamanan berkendara setelahnya.
“Berbuka di dalam mobil lebih aman berhenti, atau kalau tidak dapat berhenti, minimal membatalkan puasa dengan minum dengan menggunakan sedotan dan memakan makanan yang ukuran satu gigitan, seperti kurma,” ucap Marcell.
Baca juga: Panduan Aman Buka Puasa Saat Berkendara
Kurma Medjool menjadi salah satu kurma premium yang paling dicari karena teksturnya yang lembut dan empuk, berbeda dengan kurma pada umumnya. engan memiliki rasa manis dengan ukuran lebih besar, sekitar tiga hingga empat kali lipat dari kurma biasa.
Mengatur waktu perjalanan juga penting agar tidak berada di jalan saat waktu berbuka tiba. Berangkat lebih awal atau menunda perjalanan dapat mengurangi risiko berbuka di kendaraan.
Kesimpulannya, berbuka puasa sambil mengemudi tidak dianjurkan karena membahayakan. Keselamatan harus lebih diutamakan daripada keinginan segera makan atau minum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang